olahraga prestasi gagal bentuk karakter
olahraga prestasi gagal bentuk karakterolahraga prestasi gagal bentuk karakterolahraga prestasi gagal bentuk karakterolahraga prestasi gagal bentuk karakter olahraga prestasi gagal bentuk karakter olahraga prestasi gagal bentuk karakter olahraga prestasi gagal bentuk karakter olahraga prestasi gagal bentuk karakter olahraga prestasi gagal bentuk karakter olahraga prestasi gagal bentuk karakter olahraga prestasi gagal bentuk karakter olahraga prestasi gagal bentuk karakter
taekwondo anak taekwondo jakarta taekwondo ekstrakurikuler taekwondo indonesia taekwondo anak taekwondo jakarta taekwondo ekstrakurikuler taekwondo indonesia taekwondo anak taekwondo jakarta taekwondo ekstrakurikuler taekwondo indonesia taekwondo anak taekwondo jakarta taekwondo ekstrakurikuler taekwondo indonesia taekwondo anak taekwondo jakarta taekwondo ekstrakurikuler taekwondo indonesia taekwondo anak taekwondo jakarta taekwondo ekstrakurikuler taekwondo indonesia taekwondo anak taekwondo jakarta taekwondo ekstrakurikuler taekwondo indonesia taekwondo anak taekwondo jakarta taekwondo ekstrakurikuler taekwondo indonesia taekwondo anak taekwondo jakarta taekwondo ekstrakurikuler taekwondo indonesia taekwondo anak taekwondo jakarta taekwondo ekstrakurikuler taekwondo indonesia taekwondo anak taekwondo jakarta taekwondo ekstrakurikuler taekwondo indonesia taekwondo anak taekwondo jakarta taekwondo ekstrakurikuler taekwondo indonesia taekwondo anak taekwondo jakarta taekwondo ekstrakurikuler taekwondo indonesia taekwondo anak taekwondo jakarta taekwondo ekstrakurikuler taekwondo indonesia
tempat latihan indoor yg nyaman
Dojang yang bersih dan terawat
siswa yang sehat dan senang olahraga
WASPADAI AMBISI PELATIH DAN ORANGTUA PADA  PRESTASI PADA ANAK

Hanya 2 diantara 10 pelatih peduli dengan pembentukkan kepribadian, etika dan moral anak saat dia memilih menjadi atlit.

Apa harapan anda pada putra/putri anda dalam kegiatan olahraganya?  Menjadi terbaik,  juara dan meraih medali ?

Apakah anda yakin anak anda siap kompetisi? Dan medali-medali yang mereka peroleh apakah itu tujuan mereka? Atau itu semua  hanya ambisi anda sebagai orang tua?

Apakah anda tanpa sadar mengorbankan kegemarannya berolahraga?

Menurut anda, apa yang hilang dari seorang juara ketika ternyata ia berperilaku yang sama sekali jauh dari tujuan olahraga?

Atlit dan pelatih Kuba melakukan penganiayaan kepada wasit pada arena olahraga terhormat dunia - Olimpiade.
Inikah hasil dari olahraga kompetisi?                     Kembali atas

Seimbangkan antara Academic dan Character building

Pelaksanaan Ujian Akhir Nasional  (UAN) dan Status sekolah saat ini adalah prioritas pemerintah. Hal ini menunjukkan kuantisasi hanya pada aspek kognitif saja.
Pembinaan dan penyediaan sarana pengembangan aspek afektif (nilai moral dan sosial) dan psikomotor (ketrampilan) yang banyak datang dari kegiatan ekstrakurikuler kurang mendapatkan perhatian. Akibatnya di beberapa sekolah banyak kegiatan ekstrakurikuler ditiadakan. Tidak tersedia dana operasional (BOS) adalah salah satu alasan. Pihak sekolah  -dilain pihak- takut menarik biaya dari orangtua siswa. Komite orangtua siswa yang semula menjadi andalan dan "jembatan" antara kebutuhan dan kemampuan siswa banyak ditemui mandul bahkan membawa aroma korupsi. Sejak ada dana BOS kami harus menjadi "sukarelawan" (suka atau tidak suka harus rela tidak melawan).

Dari hasil penelitian dikatakan bahwa keberhasilan seseorang di masyarakat 80% ditentukan dari kecerdasan emosi (EQ) dan 20% ditentukan oleh faktor kecerdasan kognitip (IQ)  (Ratna Megawangi).

Apa pentingnya kegiatan Ekstrakurikuler?
Setiap individu mendapat pendidikan melalui cara saat ia meluangkan waktunya dan situasi ketika ia dilibatkan, atau dalam peristiwa yang seketika dialaminya.
Artinya pendidikan nilai berlangsung melalui sejumlah kejadian yang tidak terduga, seketika, sukarela, dan spontanitas - yang tidak mungkin ditemukan didalam kelas.Semua tidak direncanakan sebelumnya, tidak dikondisikan secara sengaja dan dapat terjadi kapan saja. Penggalan – penggalan peristiwa seperti itu merupakan hidden curriculum yang dalam kasus pengalaman tertentu dapat berupa suatu kejadian kritis (critical incident) yang mampu mengubah tatanan nilai dan perilaku seseorang (peserta didik).

Saatnya pemerintah mulai menjaga keseimbangan antara pembangunan akademis dan karakter. Dilain pihak pengelolaan kegiatan ekstrakurikuler agar terus melakukan upaya perbaikan dan menjujung tinggi profesionalisme. (at)

Seimbangkan antara Academic dan Character Building
Saksikan kegagalan olahraga prestasi dalam pembentukan Character Building
Hukuman fisik pada anak / atlet belia                kembali          

Pemberian hukuman fisik, seperti push-up beberapa kali, atau berlari dengan tambahan waktu/jarak karena anak misalnya terlambat datang latihan masih menjadi pilihan pelatih. Pelatih menganggap bahwa hukuman fisik akan membuat kebiasaan buruk anak hilang. Membuat anak jera atau "kapok" adalah pesan yang ingin disampaikan oleh pelatih padahal kebiasaan buruk yang dihubungkan dengan hukuman fisik malah berakibat rusaknya kinerja anak karena :
1. Anak akan menganggap aktifitas fisik adalah hukuman;

2. Tambahan waktu atau beban latihan fisik bagi sebagian anak - dan
   juga atlit- dirasakan sebagai kegiatan yang menyenangkan. Dari
   pengalaman kami pernah ketika seorang siswa dihukum push-up
   beberapa temannya tertarik dan minta ijin untuk ikut push-up.

3. Secara psikologis tujuan hukuman fisik tidak langsung berhubungan
   dengan perilaku buruknya, misalnya terlambat datang karenanya
   tindakan ini sama sekali tidak akan mengubah anak berperilaku ke
   arah positif.

Hukuman fisik adalah cara kuno yang sudah harus ditinggalkan oleh orangtua, guru termasuk pelatih olahraga karena
1. Aktifitas fisik adalah kegiatan yang menyenangkan. Latihan fisik yang
  diasosiasikan dengan hukuman akan menimbulkan kebingungan.
  Apabila suatu waktu memang diperlukan latihan fisik tambahan maka
  anak atau atlit akan menurun motivasinya.

2. Tujuan hukuman adalah untuk mencegah terjadinya perilaku yang
   tidak diharapkan karenanya hukuman hendaknya merupakan
   pengalaman yang tidak menyenangkan (sosial). Misalnya karena anak
   sering terlambat datang atau tidak hadir latihan atau tindakan
   indisipliner lainnya maka sebagai konsekuensi sikapnya ia (untuk
   sementara) tidak diikutsertakan dalam  games/permainan kelompok
   atau bertanding pada suatu kompetisi. (at)
Memberi Hukuman fisik pada anak/atlit
Bintaro Taekwondo Center
Sentra latihan Taekwondo warga Bintaro dan sekitarnya.
Latihan Taekwondo khusus anak mulai usia SD (6 tahun) keatas.
Kelas akan dibagi berdasarkan Kelompok Usia. Indoor & parkir aman.

Jadwal Latihan
Dengan pilihan seminggu 1 kali atau 2 kali sesuai dengan waktu yang terbaik buat putra/putri anda.
Setiap SELASA  KAMIS :  mulai pukul 16:30 WIB,
MINGGU :  mulai pukul 08:00 WIB

Pendaftaran
Setiap saat Silahkan datang untuk mengambil formulir pada hari & jam latihan atau hubungi kami lewat telpon. 

Untuk Informasi
Hubungi Sekolah Taekwondo Matra (021) - 7371443  pada hari & jam kerja (Senin s/d Sabtu 09:00 - 16:00 WIB).

Silahkan bawa putra/putri anda untuk mencoba program kami...Coba Gratis setiap saat - mohon telpon dahulu agar kami siapkan pelatih.      Klik disini
Waspada ambisi pada prestasi anak
Curang dalam olahraga prestasi
Alamat Dojang terdekat
kami di area anda klik disini
Taekwondo Sentra Graha Bintaro ( AL DILA)
Jl.Kiwi Graha Bintaro Jaya Blok GR 20 No.37 Pondok Kacang Barat-Tangerang Selatan - No Telp (021) 73 23 292
Facebook
Alamat Dojang
Bintaro Jaya sektor 3 BW Wadasari
Dekat SD Al Azhar Bintaro - Belakang Bimbel
Tweet to @OlahragaAnak

View Larger Map